Papatah Sunda

Halo Sobat, Wilujeng Wengi Orang Cianjur, anu someah, soleh tur solehah, amin. Ini sebenarnya tulisan saya dulu di blog yang sudah lama tidak aktiv, saat masih belajar tentang blog hehe, Baca : Papatah Sunda Cianjuran dan saya coba repost disini, saya coba tambah tentang pengertiannya. 
Papatah dalam bahasa sunda artinya, wejangan,pepeujeh,pesen kolot ka budak yang didalamnya terdapat siloka (bahasa indoesia, majas,ambigu,pesan), kalau dalam bahasa indonesia Papatah itu Pepatah nasihat yang mengandung makna, nasihat/ajaran dari orang tua kepada anaknya yang sering digunakan untuk (mematahkan lawan bicara), contohnya " air beriak tanda tak dalam" orang yang banyak bicara biasanya tidak berilmu. orang yang terlalu banyak berbicara adalah orang yang tidak terlalu paham masalah pembicaraannya,  https://id.wikibooks.org/wiki/Bahasa_Indonesia/Pepatah

Dalam sunda pepatah itu sering ditunjukan untuk seseorang, bisa nasehat, bisa sindiran, yang biasanya sering kita dengar dari wayang golek atau kolot baheula (orang tua jaman dulu) yang menurut saya pribadi sangat kontekstual dan kekinian, walaupun di ucapkan dahulu kala, bisa digunakan sebagai tagline,jargon,moto ataupun penyemangat. Nah untuk orang cianjur sendiri yang kita tahu bahwa cianjur adalah sunda, pepatah / papatah ini sering digunakan sebagai filter dan cerminan atau ada juga yang digunakan sebagai tetekon (aturan/pedoman) dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.  Karena menurut saya, orang cianjur tidak lepas dari yang namanya papatah kolot baheula. Cianjur terkenal bahasa sunda-nya yang halus dan sangat nyunda karena ada sebuah tagline yaitu nyunda,nyantri,nyakola. Nah silahkan baca pepatah sunda cianjuran atau pepatah sunda kolot baheula yang sangat kontekstual dengan kehidupan sekarang.

1. Pepatah hubungan sesama mahluk
Ngeduk cikur kedah mihatur nyokel jahe kedah micarek  
(kalo mo ngambil sesuatu harus seijin yg punya).
Sacangreud pageuh sagolek pangkek (Commitment, menepati janji & consitent).
Ulah lunca linci luncat mulang udar tina tali gadang, omat ulah lali tina purwadaksina 
(integritas harus mengikuti etika yang ada / istiqomah)
Nyaur kudu diukur nyabda kudu di unggang 
(communication skill, berbicara harus tepat, jelas, bermakna.. tidak asal bunyi).
Kudu hade gogod hade tagog 
(Appearance harus dijaga agar punya performance yg okeh dan harus consitent dengan perilakunya )
Kudu silih asih, silih asah jeung silih asuh (harus saling mencintai, memberi nasihat dan mengayomi)
Pondok jodo panjang baraya (siapapun walopun jodo kita tetap persaudaraan harus tetap dijaga)
Ulah ngaliarkeun taleus ateul (jangan menyebarkan isu, memfitnah).
Bengkung ngariung bongok ngaronyok (team works & solidarity dalam hal menghadapi kesulitan/ problems/ masalah harus di solve bersama)Bobot pangayun timbang taraju (Logic, semua yang dilakukan harus penuh pertimbangan fairness, logic, common sense)
Lain palid ku cikiih lain datang ku cileuncang (Vision, Mission, Goal, Directions,… kudu ada tujuan yg jelas sebelum melangkah).
Kudu nepi memeh indit (Planning & Simulation… harus tiba sebelum berangkat, make sure semuanya di prepare dulu).
Taraje nangeuh dulang pinande (setiap tugas harus dilaksanakan dengan baik dan benar).
Ulah pagiri- giri calik, pagirang- girang tampian (jangan berebut kekuasaan).
Ulah ngukur baju sasereg awak (Objektivitas, jangan melihat dari hanya kaca mata sendiri).
Ulah nyaliksik ku buuk leutik (jangan memperalat yang lemah/ rakyat jelata)
Ulah kumeok memeh dipacok (Ksatria, jangan mundur sebelum berupaya keras).
Kudu bisa kabulu kabale (Gawul, kemana aja bisa menyesuaikan diri)
Mun teu ngopek moal nyapek, mun teu ngakal moal ngakeul, mun teu ngarah moal ngarih (Mencari,membangun,ikhtiar yang lebih cendrung kepada pekerjaan)
Ngulik, Ngoprek, (segalanya harus pakai akal dan harus terus di ulik, di teliti, kalo sudah diteliti dan dijadikan sesuatu yang bermanfaat untuk kehidupan)
Cai karacak ninggang batu laun laun jadi dekok (Persistent, keukeuh, semangat pantang mundur)
Neangan luang tipapada urang (Belajar mencari pengetahuan dari pengalaman orang lain).
Nu lain kudu dilainkeun nu enya kudu dienyakeun (speak the truth nothing but the truth, mengatakan yang benar adalah benar yang salah adalah salah).Kudu paheuyeuk- heuyeuk leungeun paantay-antay tangan (saling bekerjasama membangun kemitraan yang kuat).
Ulah taluk pedah jauh tong hoream pedah anggang jauh kudu dijugjug anggang kudu diteang (maju terus pantang mundur).
Ka cai jadi saleuwi kadarat jadi salogak (Kompak/ team work).

2. Hubungan Dengan Tuhan (Yang Maha Kuasa)
Mulih kajati mulang kaasal (semuanya berasal dari Yang Maha Kuasa yang maha murbeng alam, semua orang akan kembali keasalnya)
Dihin pinasti anyar pinanggih(semua kejadian telah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa yang selalu menjaga hukum-hukumnya).
Melak cabe jadi cabe melak bonteng jadi bonteng, melak hade jadi hade melak goreng jadi goreng (Hukum Yang Maha Kuasa adalah selalu menjaga hukum-2nya, apa yang ditanam itulah yang dituai, kalau kita menanam kebaikan walaupun sekecil elektron tetep akan dibalas kebaikan pula, kalau kita menanam keburukan maka keburukan pula yg didapat)
Manuk hiber ku jangjangna jalma hirup ku akalna (Gunakan akal dalam melangkah, buat apa Yang Maha Kuasa menciptakan akal kalau tidak digunakan sebagai mestinya).
Nimu luang tina burang (semua kejadian pasti ada hikmah/ manfaatnya apabila kita bisa menyikapinya dengan cara yang positive).
Omat urang kudu bisa ngaji diri (kita harus bisa mengkaji diri sendiri jangan suka menyalahkan orang lain / intropeksi diri / muhasabah)
Urang kudu jadi ajug ulah jadi lilin (Jangan sampai kita terbakar oleh ucapan kita, misalnya kita memberikan nasihat yagn baik kepada orang lain tapi dalam kenyataan sehari- hari kita terbakar oleh nasihat-nasihat yang kita berikan kepada yang lain, seperti layaknya lilin yang memberikan penerangan tapi ikut terbakar abis bersama api yang dihasilkan).

3. Hubungan Dengan Alam
Gunung teu meunang di lebur, sagara teu meunang di ruksak, buyut teu meunang di rempak (Sustainable Development ~ Gunung tidak boleh dihancurkan, laut tidak boleh dirusak dan sejarah tidak boleh dilupakan, harus serasi dengan alam.).
Tatangkalan dileuweung teh kudu di pupusti (Pepohonan di hutan ituh harus di hormati, harus dibedakan istilah dipupusti (dihormati) dengan dipigusti (di Tuhankan) banyak yang salah arti disini).
Leuweung ruksak, cai beak, manusa balangsak (hutan harus dijaga, sumber air harus dikelola kalo tidak maka manusia akan sengsara).

Dari sumber dan orang tua

Reaksi:
Share this with short URL:

You Might Also Like:

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
Show Parser Hide Parser